The Saint
Adalah film yang produksi tahun 1997 berdasarkan karakter SIMON TEMPLAR ciptaan Leslie Charteries di tahun 1928, dalam buku serial berjudul sama. Buku tersebut beredar hingga tahun 1983. The Saint juga pernah ditayangkan sebagai film serial di Hollywood pada rentang 1938 sampai 1954, mengudara di sandiwara radio pada 1940, dan serial televisi populer di Inggris yang dibintangi oleh Roger Moore pada tahun 1960-an.
The Saint dibintangi Val Kilmer sebagai pemeran utama pria dan Elisabeth Shue sebagai pemeran utama wanita. Disutradarai oleh Phillip Noyce, cerita ditulis oleh Jonathan Hensleigh dan Wesley Strick.
Film ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang yatim piatu yang memiliki tekad baja untuk mewujudkan semua keinginannya meski halangan dan rintangan selalu menghadang. Ia selalu menolak dogma kepala asrama yang menyebutnya sebagai anak tak tahu diri dan lahir tak diinginkan.
Saat di asrama itulah ia mengalami kejadian traumatis, yakni kehilangan cinta pertamanya: seorang gadis kecil yang dianggapnya sebagai malaikat jatuh dari tangga asrama saat ia mencoba melarikan diri dari kejaran kepala asrama. Sebelumnya, di kelas, ia didogma untuk memakai nama-nama orang suci Umat kristiani. Ia menolaknya dan mendapatkan hukuman berupa cambukan di punggung, dikerangkeng, dan teman-temannya tak diperbolehkan makan sampai ia mengaku salah.
Kejadian traumatis itu membuatnya menjadi tak bernama, hingga ia dewasa dan memilih nama Simon Templar. Simon diambil dari nama Simon Magus, seorang tokoh suci Umat Kristiani, dan Templar dari pahlawan-pahlawan masa kecilnya: the Knights Templar.
Kejadian selanjutnya adalah petualangan kelas tinggi yang sangat menegangkan. Simon Templar berprofesi sebagai pencuri ulung yang berniat tobat jika tabungannya mencapai angka sekian. Pada transaksi terakhir itulah ia mendapat pesanan untuk mencuri mikro chip yang berisi kegiatan kotor politikus Rusia, Ivan Petrovich Tretiak, yang ingin mengusai sektor industri energi (minyak) di Rusia.
Tretiak diam-diam menimbun minyak di bunker istananya, sementara rakyat Rusia mengalami krisis energi yang membuat mereka kedinginan. Situasi kacau pun melanda negeri beruang itu. Tretiak berniat mengambil keuntungan dengan melontarkan mimpi energi fusi dingin (cold fusion) yang dianggap mustahil kepada presiden Rusia, Karpov, sehingga rakyat membencinya dan menuntutnya mengundurkan diri.
Sementara itu, sang penemu fusi dingin, Dr. Emma Russell, terus mengembangkan teorinya, dan berhasil. Templar yang berniat mencuri potongan-potongan rumus terakhir yang dikembangkan Dr. Emma, jatuh cinta pada dokter cantik itu, demikian pula sebaliknya. Dan kisah roman yang sangat meyayat hati pun terjadi.




